Sabtu, 23 Mei 2015

Tidak Pipis dan Tidak Ngendog

Sore adalah waktu favorit pak Yai untuk bercengkrama dengan bu Nyai. Kadang duduk di dingklik, di bawah pohon poh (mangga) golek, belakang pesantren yang menghadap sawah, kadang di teras rumah, tapi tak jarang ngobrol sambil jalan-jalan keliling sawah. Memang lingkungan mewah, terasa manjur untuk mengurangi kepenatan, setelah seharian beraktivitas. Tentu mewah di sini, yang dimaksud adalah mepet sawah. Bukan yang lain.

Kamis, 21 Mei 2015

Timbangan

Pagi itu pak Yai bertemu bakul rambutan langganannya di tuwang. Tuwang, adalah bahasa lokal (Sidoarjo) yang merujuk pada jalanan yang lokasinya yang jauh dari perkampungn. Sugeng, namanya. Setelah ngobrol kesana kemari, sampailah pada topik yang sensitif.
"Menurut saya pak Yai, jalanan rusak kayak gini, apalagi belum genap 2 tahun, kalo saya yang jadi Bupati Sidoarjo, bisa tak bedil, koruptornya."
"Tugas bupati itu bukan mbedil koruptor, Geng. Emang kenapa dengan koruptor?"
"Njengkelkan pak Yai. Ya kayak gini ini. Ini kan fasilitas umum. Harusnya pemerintah tahu, kalo fasilitas umum jangan dikorupsi"

Selasa, 19 Mei 2015

Makanan Sisa

Malam itu adalah malam resepsi pernikahan salah satu santri Pak Yai, yang tinggal di Ngimbang, Lamongan. Acara begitu meriah. Setelah melewati beberapa acara inti, pembawa acara kemudian mempersilahkan hadirin untuk makan malam. Prasmanan. Ada banyak menu disana. Pak Yai beserta rombongan turut serta menikmati hidangan.

Sabtu, 16 Mei 2015

Software Bajakan

Di sebuah kantor, ada seorg pemuda bersilaturrahim kpd salah seorg ustad muda yg moderat. Guyon2, hingga pembahasan menyentuh pada masalah teknologi.
"Ustad, kita ini sebenarnya boleh gak pakek software bajakan?"
"Boleh aja..."
"Kok boleh, Us?"
"Software itu lho rata2 bikinan Amerika. Mereka sdh kaya. Kl kita pakek sedikit saja, gak ngefek dengan kekayaan mereka. Lagian, sodara2 kita yg di Palestina, dihajar, salah satunya dananya jg dari situ"

Apa Arti Sebuah Nama

Suatu siang yg terik, dua org ABG terlibat dalam debat kusir. Tentang arti sebuah nama. Yang pikirannya kebarat2an berpendapat, bahwa nama itu gak ada artinya. Hanya sebuah panggilan, tanpa perlu ada makna. Sementara yg satunya, merasa nama itu harus bagus, karena dalam falsafah Jawa dan Islam, "Asma kinarya Japa". Nama adalah doa. Diskusi memuncak, hingga ABG kedua bilang,

Jumat, 15 Mei 2015

​​Baju Pergi

Sore itu pak Yai sedang membaca koran di teras rumah. Ditemani dengan kopi dan gorengan. Tanpa rokok. Sudah lama pak Yai meninggalkan kebiasaan buruk itu. Selain membahayakan kesehatan, juga merugikan lingkungan/ keluarga secara langsung. Yang merokok enak (wajar kalau kena penyakit), sementara lingkungan sekitar juga dapat penyakit yang lebih berbahaya. Ini kan shodaqoh penyakit. Dalam pandangan pak Yai, semua yang merugikan diri sendiri apalagi lingkungan, sudah masuk kategori yang dilarang.

Selasa, 12 Mei 2015

Brai

“Dari mana Wan?”
“Dari rumah, pak Yai. Ini td habis mandi, langsung ke sini”
Sambil berjalan ke tempat kondangan, tiba-tiba tercium bau gak sedap. Tahi kucing. Mak Nyooosshhh…
“Yek juh!!! Kucinge sopooo iki, ngising sembarangan”
“Menurutmu, bau itu ngganggu gak?”
“Ya jelas nganggu lah pak Yai”
“Siapa aja yang terganggu?”
“Ya siapa aja, kalo baunya gak enak, pasti ngganggu.”
“Kalo bau badan atau bau kelek?”
“Nuwun sewu, apa pak Yai niat nyinggung saya?”
“Wan, sebenarnya bau tahi kucing, bau kelek, bau badan, bau sampah, dan bau-bau yang lainnya, selama gak disukai, sama saja: NGGANGGU”

Jumat, 08 Mei 2015

Sholat Jamaah

Siang itu demikian terik. Tidak ada awan, langit bersih sehingga matahari dengan mudah memanggang siapapun yg tidak berteduh darinya. Kambing dan sapi nampak bermalas2an dibawah pohon trembesi. Tidak jauh dari tempat itu, ada sebuah langgar dekat sawah. Langgarnya pak Yai. Sengaja beliau memisahkan langgar tersebut dari komplek pesantren yg beliau pimpin, agar masyarakat bisa dengan mudah memanfaatkan. Biasanya 30 menit sebelum adzan, beliau sempatkan blakrakan ke luar pesantren untuk sekadar ngajak orang-orang yg belum pingin berjamaah. Pulangnya pun, beliau milih jalan muter, jauh.