Dalam sebuah acara, Pak Yai bertemu dengan kawan lamanya, Mardiono, yang baru pensiun tahun lalu dari Pegadaian. Dari ceritanya, pesangon dari instansi tersebut cukup banyak. Saat itu Mardiono ditemani anak mBarepnya, Dondi.
Dondi, wirausahawan sukses dari kota Lamongan, yang mempunyai aset lebih dari 7 milyar.
Bertiga mereka bercengkrama. Cerita sekolah, keluarga, hingga merembet ke masalah Haji.
Menurut Mardiono dan Dondi, pemerintah telah melakukan kesalahan fatal yang tidak bisa ditolerir, terkait dengan penyelenggaraan haji. Hingga banyak pihak jadi terlunta-lunta.
"Lha terus kamu berangkatnya kapan, Yon?"
Sambil menghela nafas panjang, Mardiono menjawab,
