Sabtu, 18 Juli 2015

Jomblo Tidak Siap

Anas adalah pemuda pegawe kabupaten Sidoarjo, rumahnya pinggir sawah. Bapaknya blantik sapi, ibunya pedagang kecambah pasar Krembung. Dia adalah playboy desa yang suka gonta-ganti pasangan. Wajahnya tidak begitu ngganteng, tapi ngeyelnya, daya juangnya yang tinggi terhadap perempuan, yang menjadikan dia idola para gadis dan janda.
Dalam suatu kesempatan, setelah sholat idul fitri, dia berkeliling desa sambil memperkenalkan gendakan terbarunya.
Pagi itu dia berkunjung ke rumah pak Yai, yang rumahnya di pinggir sawah. Pak Yai tidak ada. Dicari. Ternyata beliau di belakang pesantren, di DPR (dibawah pohon rindang) bangku pinggir sawah. Sambil ngobrol dengan tamu-tamunya. Guyon bareng. Tempat itu memang menjadi tempat favorit pak Yai, menemui tamunya.

Rabu, 08 Juli 2015

Masuk Neraka

Pagi itu suasanya mbediding (dingin menyengat). Sudah 2 bulan ini hampir tiap hari seperti itu. Walaupun matahari sudah agak tinggi. Biasanya, situasi seperti ini bertepatan dengan bunga dari buah mangga, mengalami penyerbukan.
Penggemar sholat Dhuha di langgar Pak Yai yang biasanya bergas (bersemangat), nampak nyekukruk (meringkuk). Seperti burung emprit kehujanan. Kemarau yang dingin.
Seusai melaksanakan sholat Dhuha, pak Yai bergegas ke tepi sawah. Ada pesta miras, semalam.
"Gel, tangi. Wis awan..."
"Oh pak Yai... ada apa pak Yai?"
Sambil menggeliat. Wajah bogel terpapar matahari pagi. Gelagapan.