Sore itu pak Yai jalan-jalan dengan Soni, dengan menggunakan sepeda
montor. Tujuannya seputar Alun-alun, GOR, hingga pasar krempyeng
Gading Fajar. Ketika sampai di daerah Taman Pinang, tiba-tiba Soni
mengarahkan motornya balik arah, melawan arus lalu lintas.
"Lho Son, te lapo (mau ngapain)?"
"Ke ATM pak Yai. Tadi kelupaan, pas lewat"
"Kok pakek jalur ini, gak lewat di seberang sana aja, yang searus"
"Wah, kejauhan pak Yai. Lagian gak ada Pulisi dan gak ada aturannya di Quran"
Terima Cetak Buku, Bikin Majalah, Pesan Brosur, Cetak Brosur Mewah, Tulisan Cerpen Pak Yai
Jumat, 26 Juni 2015
Kamis, 25 Juni 2015
Meso
Sehabis sholat dzuhur, pak Yai berkeliling desa. Ini sudah menjadi
kebiasaan beliau, 5 tahun belakangan ini. Mengambil jalan pulang, yang
tidak sama dengan jalan berangkat. Kata kanjeng nabi, yang demikian
itu nyunah. Rute yang beliau lalui cukup jauh. Karena sebenarnya
Musholla yang beliau gunakan sholat jamaah adalah di belakang komplek
pesantren. Muternya sampek 2 km. Tapi apa mau dikata, kalo sudah
bagian dari kesenangan, jarak menjadi bukan halangan. Tiba-tiba...
kebiasaan beliau, 5 tahun belakangan ini. Mengambil jalan pulang, yang
tidak sama dengan jalan berangkat. Kata kanjeng nabi, yang demikian
itu nyunah. Rute yang beliau lalui cukup jauh. Karena sebenarnya
Musholla yang beliau gunakan sholat jamaah adalah di belakang komplek
pesantren. Muternya sampek 2 km. Tapi apa mau dikata, kalo sudah
bagian dari kesenangan, jarak menjadi bukan halangan. Tiba-tiba...
Langganan:
Postingan (Atom)

